Bungung SalapangDi Desa Bontorappo, Kecamatan Taroang, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, sekitar 10 kilometer dari pusat pemerintahan Jeneponto terdapat Permandian alam “Bungung Salapang”.

Lokasi yang akrab dengan sebutan sembilan sumur ini ditempuh dengan berjalan kaki di medan bebatuan yang curam selama kurang lebih 15 menit.

Permandian alam itu, dijaga oleh seorang pria yang akrab disapa Daeng Ma’ra yang mengakui sembilan sumur itu adalah peninggalan raja-raja Turatea dan Binamu di daerah terkering di Sulsel.

Pria yang mengaku telah tujuh tahun menjaga kawasan wisata itu menjelaskan, biasanya pengunjung yang telah berniat melakukan sesuatu akan kembali lagi ke tempat itu untuk memberikan persembahan berupa nasi putih, telur ayam kampung, beras ketan hitam dan merah sebagai tanda ucapan syukur atas doa keinginan mereka yang telah terkabul.

Mereka yang datang meminta sesuatu biasanya mengikat sesuatu diranting pohon atau di rumah-rumah di sekitar lokasi itu dengan tali, kain atau plastik. Jika keinginan mereka sudah terpenuhi, mereka wajib kembali ke tempat itu untuk membuka ikatan di lokasi itu.

Selain warga Kabupaten Jeneponto, pengunjung yang datang, kata dia, biasanya berasal dari daerah sekitar seperti Bone, Bulukumba, Bantaeng, Takalar dan daerah-daerah lainnya.

Pengunjung bisa beristirahat di beberapa pondokan yang disiapkan masyarakat setempat untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga.