Lampung – Setelah melalui perjalanan darat hampir 3000 km mengelilingi Bengkulu sampai Lampung, akhirnya kami akan berpetualang menjelajahi pulau-pulau di sekitar Lampung. Pulau pertama yang akan kami jelajahi adalah Pulau Kiluan. Sebagian orang mengenalnya dengan Teluk Kiluan. Wilayah Lampung memang dikelilingi oleh teluk-teluk kecil, salah satunya adalah Teluk Kiluan. Kabarnya Teluk Kiluan menyimpan keindahan alam yang tidak banyak diketahui oleh kebanyakan orang. Apalagi di pagi hari kita akan disambut dengan lumba-lumba yang ada di lautan. Sudah lama saya menunggu perjalanan ke sana.

kiluan-lampung
Pagi ini kami berangkat dari Bandar Lampung menuju ke Desa Kiluan. Kami sengaja berangkat saat hari belum begitu siang karena perjalanan Bandar Lampung – Kiluan memakan waktu hampir 4 jam. Jarak antara Bandar Lampung – Kiluan sendiri sekitar 80 km di mana kita akan melalui kondisi jalan yang tidak begitu bagus sepanjang setengah perjalanan. Untuk berjaga-jaga, kami mengisi bensin saat masih di Bandar Lampung karena kemungkinan nanti akan sulit menemukan pom bensin begitu memasuki daerah pedesaan di sana. Bagi yang tidak tahan lapar seperti kami, sebaiknya siapkan juga ransum untuk kebutuhan selama di perjalanan dan selama di pulau. Kemudian bagi yang ingin snorkeling di sana, jangan lupa untuk mempersiapkan peralatan snorkeling sendiri karena tidak ada penyewaan alat snorkeling di sana.

Untuk mencapai ke sana, dari Bandar Lampung kita akan melewati Hanura, Ketapang, Bawang dan berakhir di Desa Kiluan. Sayangnya, tidak ada angkutan umum yang melayani trayek ini. Angkutan umum hanya tersedia dari Bandar Lampung ke Hanura. Kemudian dari Hanura biasanya orang-orang menggunakan ojek untuk masuk sampai ke Desa Kiluan. Namun melihat jaraknya yang sangat jauh serta kondisi jalan yang tidak begitu baik, kami lebih menyarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa jasa rental mobil di Bandar Lampung. Tapi jangan menggunakan mobil-mobil kecil, seperti Jazz, Yaris, Swift, atau bahkan Ceria. Lubang-lubang di sepanjang perjalanan ke Kiluan sepertinya sanggup untuk menenggelamkan mereka.

Setelah melewati daerah Bawang, kita akan melewati wilayah pedesaan yang cukup unik. Di daerah ini, kita bisa menjumpai banyak gapura-gapura dengan ornamen khas Bali yang menghiasi rumah-rumah penduduk. Kebanyakan orang di sini memang berasal dari Bali sehingga desa ini lebih dikenal dengan Kampung Bali. Suasana desa masih kental dengan tradisi Bali lengkap dengan beberapa pura di sudut-sudut jalanannya. Di tengah-tengah desa tersebut, ada sebuah cekungan besar mirip sungai yang harus kita lewati untuk mencapai pantai. Selepas Kampung Bali, kita akan sampai di Desa Kiluan. Di dekat pantai, kita bisa menitipkan kendaraan sebelum menyeberang pulau.

Begitu sampai di pantai, kita tidak perlu menunggu lama karena penyeberangan ke Pulau Kiluan ada sepanjang hari. Sebelumnya kami sudah menghubungi pengelola Pulau Kiluan, Pak Dirham namanya. Jadi begitu sampai di sana, Pak Dirham sudah menyiapkan satu perahu yang siap membawa kami menyeberang ke Pulau Kiluan. Perahu yang digunakan pun cukup unik. Panjangnya sekitar 6 meter dengan lebar hanya selebar paha. Kanan-kirinya diberi sayap kayu sebagai penyeimbang. Orang-orang di sana menyebutnya perahu ketinting. Perahu ini sudah dilengkapi dengan mesin sehingga dapat bergerak cepat membawa kami menyeberang pulau. Penyeberangan dari pantai di Desa Kiluan ke pulau hanya memakan waktu 15 menit.

Tak terasa 15 menit berlalu sangat cepat, dan kami sudah merapat ke Pulau Kiluan dengan pantainya yang landai. Butiran pasirnya yang halus memanggil-manggil kami untuk segera main di pantainya. Begitu sampai di sana, kami bertemu dengan 2 bule asal Jerman yang baru selesai snorkeling. Mereka siap-siap kembali ke Desa Kiluan dengan menggunakan perahu kami. Dengan pulangnya kedua bule tersebut, maka wisatawan di pulau ini benar-benar cuma saya, Titis, Mas Eko, dan Mas Yopie. Kami segera menuju ke rumah panggung kayu yang merupakan satu-satunya penginapan di sana. Setelah menaruh seluruh barang-barang di penginapan tersebut, kami segera ke tepi pantai. Sore ini kami habiskan dengan duduk-duduk di tepi pantai, berlarian mengejar ombak, renang di tepian, serta snorkeling sambil bermain dengan ikan di sela-sela terumbu karang yang mengelilingi pulau. Tempat yang sempurna untuk melepas lelah, menikmati alam bersama orang-orang terdekat, dan jauh dari kebisingan kota.

Sumber: detiktravel