Dermaga Pulau Sepa

DKI Jakarta – Alhamdulillah, akhirnya sembuh juga dari sakit. Saya pikir kena tipus lagi, ternyata bukan. Begitu resikonya di kepulauan kalau tidak menjaga kesehatan, ditambah dengan kondisi cuaca pulau yang sering berubah-ubah. Benar-benarlah saya harus survive dengan segala kondisi itu dan berusaha tetap menjaga mood untuk jalan-jalan dan menikmati keindahan nusantara.

Hari ketiga, (06/10/2010) langit di laut tertutup awan. Tapi keadaan ombak di lautan sangat tenang dan aman untuk kami layari ke Pulau Sepa. Saya yang masih sakit kepala dan demam memakai jaket dan berbaring terus selama perjalanan di atas boat. Walaupun tidak bisa tertidur tapi hitung-hitung istirahat karena semalam saya tidak bisa tidur.

Perjalanan menuju Pulau Sepa menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Karena saya berbaring terus, ada beberapa pulau yang terlewati untuk saya lihat. Tapi ada satu pulau sempat saya perhatikan. Sebuah pulau yang sudah dikeruk dan dijadikan semacam parit/terusan yang dimanfaatkan untuk boat-boat berlindung dari badai dan sebagai jalan pintas supaya tidak perlu memutari pulau. Pulau Air ini hanya ditumbuhi pohon-pohon cemara.

Pulau Sepa adalah pulau resort. Artinya hanya ada satu resort yang ‘berkuasa’ di pulau ini. Untuk pengunjung yang tidak menginap di resort ini dikenakan biaya Rp. 50.000,- Pulaunya sendiri sangat kecil, kita bisa mengelilinginya kurang dari 15 menit. Kalau ke pulau, yang paling saya perhatikan adalah pohon-pohonnya dulu. Saya malah menjelajah hutannya terlebih dulu sebelum melihat-lihat kamar.

Untuk kamar-kamar di Pulau Sepa ada beberapa jenis. Seperti Flipper, Kakap dan Gurita. Saya sempat melongok ke dalam kamarnya, kamar-kamarnya bagus, ada tv dan kamar mandinya bersih. Bagi yang mau berlibur dengan fasilitas mewah plus dapat menikmati aktivitas-aktivitas laut seperti snorkeling, berenang dan diving, silahkan datang ke Sepa.

Satu jam terlewati di Pulau Sepa, kami harus berangkat pulang ke Pulau Pramuka. Karena pukul sebelas, kami harus pindah lagi ke Pulau Tidung. Tunggu cerita saya selanjutnya.🙂

Sumber: detiktravel