lakey peak

Nusa Tenggara Barat – Lakey Hu’u mulai ramai peselancar dunia sejak tahun 1994. Sebagian besar dari mereka berasal dari Australia. Para turis ini sengaja datang untuk menjajal ombak pantai Lakey. Tak satu dua hari mereka tinggal, rata-rata turis akan tinggal selama dua minggu hingga yang paling lama mencapai dua bulan. Salah seorang peselancar asal Italia yang kami temui, Marco, rela naik bus selama dua puluh jam dari Mataram untuk mencicipi nikmatnya berselancar di Lakey. Ia juga tahu reputasi ombak selancar di Nias dan Mentawai. Marco telah menghabiskan waktu dua bulan di Bali dan Lombok, ia tak ragu mengatakan “Indonesia is the best place i have ever been.”

Ada empat jenis yang ada di sepanjang Pantai Lakey. Lakey peak, pipe, periscope dan nanggas. Lakey peak adalah yang paling terkenal. Yang mencirikan pantai dengan ombak Lakey peak ialah adanya bangunan tingkat dua yang terbuat dari kayu ulin. Saat musim kejuaraan tiba, bangunan ini merupakan tempat bagi para juri untuk menilai peserta lomba. Foto bangunan ini telah menghiasi berbagai majalah surfing internasional.

Pemilik hotel yang kami kunjungi, Bapak Todi, mengatakan bahwa Lakey Hu’u mulai ramai sejak tahun 1994. Ajang selancar kelas dunia pun pernah diadakan pada tahun 2007, Dompu Indonesia Open 2007. Melalui International Surfing Championship, Pemerintah Daerah Dompu mengundang peselancar dari sekitar 40 negara. Sayang ajang ini tidak berlanjut setiap tahun, yang rutin diadakan adalah kejuaraan lokal tingkat propinsi NTB dan Bali. Beliau menyayangkan kurangnya peran aktif Pemerintah Lokal Dompu dalam mempromosikan kawasan ini, anggaran untuk promosi sangat minim dibanding dengan potensi dan reputasi Lakey Hu’u yang telah mendunia. Selama ini yang banyak melakukan promosi adalah fotografer majalah luar negri, acara televisi, dan dari mulut ke mulut, milis ke milis.

Potensi lain yang dimiliki daerah ini adalah situs purbakala yang telah berusia lebih dari 4000 tahun dan Gua Jepang. Lokasi pantai ini yang berhadapan langsung dengan laut selatan, membuatnya kaya akan ikan. Kegiatan memancing juga banyak diadakan di sini. Ikan yang banyak dipancing antara lain Marlin, Tenggiri dan Trout. Kite surfing juga banyak dimainkan di pantai ini. Kite surfing menggunakan layang-layang untuk menarik papan yang ukurannya lebih kecil dari papan selancar biasa.

Saat kami berkunjung (6 Oktober 2010) Lakey Hu’u sedang mempersiapkan diri untuk acara Festival Lakey, acara ini diadakan dalam rangka mendukung program Visit Lombok-Sumbawa 2012. Sebuah festival yang terdiri dari lomba selancar, memancing, sepeda santai Dompu-Lakey Hu’u, dan lari sepuluh kilo meter. Acara ini akan diadakan pada 3-5 Desember 2010 dengan target peserta dari NTB dan Bali. (HRA)

Sumber: detiktravel