Sungai LamandauKalimantan Tengah – Awas kepala! awas batang di kiri! itulah teriakan saya kepada teman seperjalanan saya saat menyusuri Sungai Lamandau Selasa, 12 Oktober 2010. Perjalanan menuju Tapin Bini dari Pangkalan Bun akan memakan waktu selama 5 jam menggunakan speedboat yang sudah kami sewa dari Pak Yusuf, yang saat ini sedang mengendalikan setirnya.

Menyusuri sungai Lamandau saja, sudah membuat saya tak sekalipun berkedip memandang keindahan tak terbatas di hadapan saya. Bayangkan saja, sepanjang sisi sungai, dipenuhi ribuan tanaman berwarna hijau yang sudah tersusun menjadi hutan. Tentunya, gabungan hutan, dan sungai besar yang bersih seperti ini tak pernah saya temui di Jakarta. Bau hutan yang menggelitik hidung saya, campuran antara bau kayu, daun, serta tanah, terpaan angin di wajah saya, membuat saya benar-benar bersemangat. Baca lebih lanjut

Iklan