Category: Sulawesi Tengah


Pantai TaliseSULAWESI TENGAH – Jika datang ke kota palu, jangan lewatkan untuk menghabiskan waktu sore anda di Pantai Talise. Pantai ini memang kerap dijadikan warga sebagai tempat untuk menunggu malam tiba. Tidak sulit untuk menjangkau kawasan ini, dari pusat kota cukup hanya menggunakan angkutan kota saja menuju Pantai Talise atau jika anda mengendarai mobil pribadi ikuti jalur outer ring road yang menuju jembatan palu.

Pantai Talise sendiri berada di Teluk Palu yang perairannya cukup tenang. Panorama di pantai inipun sangat indah apalagi jika sore hari tiba, tak heran banyak orang ingin menghabiskan waktu sore hari di pantai ini mungkin sambil bercengkrama dengan kerabat ataupun duduk-duduk sambil menikmati matahari yang perlahan-lahan menuju peraduannya.

Menikmati pergantian hari di pantai talise tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kudapan khas yang banyak dijual di warung-warung sepanjang pantai Talise. Salah satu kudapan khas yang biasa diserbu pelancong yang menghabiskan sore di pantai ini adalah pisang goreng. Pisang goreng yang ada disini berbeda dengan pisang goreng yang biasa kita temukan sehari-hari. Pisang goreng ini disajikan dengan cocolan sambal lombok. Bagi kita yang tak biasa memang akan terlihat aneh pisang goreng dengan rasa manis dicocol dengan sambil lombok yang pedas. Namun ternyata, setelah saya coba rasa pisang goreng yang manis berpadu dengan sambal lombok yang pedas membuat mulut ini tak henti untuk terus melahap potong demi potong.

Pisang yang digunakan untuk pisang goreng unik ini adalah jenis pisang raja yang belum terlalu matang sehingga daging pisang yang digoreng tidak terlalu lembek. satu buah pisang dipotong menjadi beberapa bagian melintang lalu dibalut dengan tepung kemudian digoreng. sedangkan untuk cocolannya, lombok (cabe merah) dihaluskan lalu diberi garam dan sedikit gula kemudian ditumis sebentar. pisang goreng ini nikmat disajikan selagi hangat. untuk satu porsi pisang goreng ini, kita cukup mengeluarkan kocek Rp10.000 dan satu porsi pisang goreng ini dapat dinikmati oleh dua orang.

Kurang lengkap rasanya menyantap pisang goreng tanpa ditemani segelas saraba. Saraba merupakan minuman yang terbuat dari air jahe parut yang ditambahkan susu. Minuman ini dapat menghangatkan badan dari kencangnya angin sore pantai talise. kita cukup mengeluarkan Rp6000 untuk segelas saraba hangat yang kaya akan manfaat.

Jadi, jika anda berkesempatan mengunjungi kota Palu jangan lewatkan untuk menikmati sore di pantai talise dengan ditemani sepiring pisang goreng dan segelas saraba.

Sumber: detiktravel

Iklan

Suku PamonaSULAWESI TENGAH – Gua Latea merupakan gua yang dijadikan tempat penguburan orang-orang zaman dahulu seperti halnya kuburan batu di Toraja. Gua ini merupakan pekuburan leluhur suku pamona yang berasal dari bukit wawolembo. Namun, tidak seperti halnya di Toraja, di gua ini hanya ditemukan beberapa tengkorak dan tulang belulang saja.

Sistem penguburan seperti ini bagi masyarakat pamona diperkirakan berakhir sekitar abad ke 19 dimana saat itu misonaris-misionaris gereja sudah mulai memasuki wilayah-wilayah suku pamona. Situs ini dipugar tanggal 2 Juni-30 November 1994 oleh ditjen kebudayaan departemen pendidikan dan kebudayaan provinsi Sulawesi tengah. Pada awal penemeuan situs ini, ditemukan empat pasang peti mati dan 36 buah tengkorak. Gua latea sendiri merupakan gua kapur yang usianya diperkirakan sekitar 30 juta tahun.

Lokasi goa ini tidak sulit dijangkau, dari terminal tentena dapat menggunakan ojek ataupun bisa dengan berjalan kaki. di pinggir jalan ke arah pasar tentena akan ada tulisan lokasi gua latea, dari papan informasi tersebut berjalan kaki sekitar 700 meter melewati perkebunan cokelat dan perkebunan cengkeh. Kebetulan saat kami menuju goa latea kami menemukan warga yag tengah memanen cengkeh.

Sebenarnya perjalanan menuju goa latea sangat menyenangkan karena di sepanjang jalan kita akan melewati kebun cokelat milik warga, pohon cengkeh, dan juga sungai yang masih bersih. Namun sayang, kurangnya informasi tentang gua membuat masyarakat awam tidak mengetahui keberadaaan goa latea ini. Padahal jika informasi diterus disiarkan dan pengelolaan situs ini juga terus diperbaiki maka bisa jadi gua ini bisa dikenal seperti tempat wisata yang ada di sekitarnya yaitu danau poso.

Sumber: detiktravel

Rumah Khas Lembah BadaLembah bada merupakan sebuah daerah yang berada dalam kawasan Taman nasional Lore-Lindu di Sulawesi Tengah. Secara administratif kawasan lembah bada ini berada di kecamatan Lore selatan yang berpusat di desa Gintu. Desa gintu sendiri merupakan base-camp bagi mereka yang ingin menjelajahi Taman nasional Lore-Lindu.Lembah bada dikelilingi oleh bukit-bukit hijau yang memberikan pemandangan luar biasa . Di lembah ini juga mengalir sungai lariang, sungai ini mempunyai arus yang cukup deras sehingga menjadi salah satu destinasi bagi mereka penggiat rafting.

Di lembah ini juga terdapat banyak batu-batu peninggalan zaman megalitik yang tersebar saling berjauhan. patung-patung yang berada di lembah ini merupakan patung berbentuk manusia dengan ukiran yang sudah cukup halus. namun, penjelasan mengenai asal-usul batubatu tersebut masih belum ada yang bisa menjelaskannya.

Melirik sejarahnya kampung-kampung di desa Bada merupakan kampung bentukan misionaris Belanda. kampung-kampung disini dahulu dipimpin oleh seorang raja yang diangkat oleh orang belanda. raja yang memimpin ini disebut biti magau itampo bada. namun sistem kerajaan ini berakhir pada pertengahan abad ke 20.

Kehidupan masyarakat lembah bada tidak jauh dari pertanian. Beras dan cokelat merupakan komoditi utama daerah ini. masyarakat bada merupakan masyarakat yang sederhana dan ramah terhadap pendatang. sebagian besar masyarakat lembah ini adalah suku Lore, salah satu suku yang mendiami propinsi Sulawesi Tengah.

Suasana di lembah ini sangat tenang, masyarakat berharmonisasi dengan alam sehingga ekosistem di daerah ini sangat terjaga dengan baik. Untuk mencapai lembah bada, kita dapat melalui jalan darat dari kota tentena dengan memakan waktu sekitar 4 jam dengan kondisi jalan yang kurang baik dan rawan longsor. Jadi untuk mencapai lembah bada, ada baiknya untuk mempersiapkan stamina badan dan kendaraan dengan performa terbaik.

Sumber: detiktravel