Pantai Sulamadaha (M Risalah)

Bandara Sultan Babullah di Ternate, Maluku Utara ditutup sampai 9 Desember, menyusul abu vulkanik Gunung Gamalama. Jika Anda terlanjur berencana liburan ke sana, kapal Pelni bisa menjadi alternatif selain pesawat.

“Telah dikeluarkan Notice to Airmen (Notam) baru C0935. Bandara Sultan Babullah akan ditutup hingga 9 Desember pukul 23.00 UTC,” kata Kepala Puskom Publik Kemenhub Bambang S Ervan kepada detikcom, Rabu (7/12/2011).

Dalam Notam, sambung dia, dijelaskan perpanjangan penutupan Bandara Babullah karena aktivitas Gunung Gamalama. Bambang meminta pengertian masyarakat yang tidak bisa menggunakan layanan penerbangan dari dan menuju Ternate.

“Mohon dimengerti karena ini untuk keamanan. Meski tidak bisa menggunakan pesawat, tapi ada angkutan laut melalui kapal Pelni maupun kapal perintis,” sambung Bambang.

Dia menegaskan Ditjen Perhubungan Laut telah menyiapkan kapal untuk mendukung angkutan barang dan orang dari dan menuju Ternate.

Gunung Gamalama (1.715 mdpl) sejak 4 Desember 2011 pukul 23.00 WITA, statusnya dinaikkan dari waspada ke siaga. Gamalama merupakan salah satu gunung api yang ada di Provinsi Maluku Utara dan merupakan tempat tujuan wisata favorit.

Namun, traveler tidak hanya datang ke Ternate karena Gunung Gamalama. Masih ada sejumlah destinasi wisata favorit lainnya di Ternate.

Ada Pantai Sulamadaha dengan pemandangan indah karena menghadap Pulau Hiri. Nah, jika Anda penggemar wisata sejarah, di Ternate ada benteng Tolukko yang merupakan peninggalan Portugis. Ada juga sisa-sisa Kesultanan Ternate yang istananya masih bisa Anda kunjungi.

Nurvita Indarini – Detiknews

Sumber: Detiktravel

Iklan

Siapa yang tidak tergoda dengan tiket supermurah yang ditawarkan maskapai berbiaya rendah? Namun, semua orang perlu tahu bahwa masih ada bermacam-macam ongkos tambahan yang tidak tercantum di iklan maskapai murah. Jika konsumen tidak jeli, harga yang harus dibayar bisa beberapa kali lipat dari tarif yang diiklankan.

Banyaknya ongkos tambahan ini sering mengundang kritik dari konsumen. Percaya tidak, sebuah maskapai murah asal Eropa pernah berencana menarik ongkos bagi penumpang yang ingin menggunakan toilet pesawat. Untungnya, rencana itu tak terlaksana karena ada protes keras dari konsumen.


Calon penumpang sebuah maskapai penerbangan murah sedang antre untuk mendaftarkan diri. Foto: AP/Mark Baker

Meski tidak semua biaya tambahan ini bisa dihilangkan, ada beberapa cara untuk menekan jumlahnya. Simak panduan berikut ini untuk menghindari ongkos tambahan yang tak perlu.

Bersahabat dengan Internet

Untuk mendapatkan tawaran harga terbaik, Anda harus memesan tiket melalui situs resmi maskapai penerbangan. Konsumen akan dibebankan biaya pemesanan yang lebih mahal kalau membeli tiket lewat agen. Selain itu, tarif promosi yang sering diiklankan biasanya hanya berlaku untuk pembelian lewat situs resmi.

Lakukan check–in mandiri

Dengan dalih efisiensi, ada maskapai penerbangan yang menarik biaya bagi penumpang yang memilih check-in di bandara. Barangkali ini terdengar mengada-ada dan merugikan konsumen. Bukankah sudah menjadi kewajiban semua maskapai penerbangan untuk melayani penumpang yang check-in?

Sayangnya, Indonesia belum punya peraturan untuk melarang ongkos tambahan ini. Satu-satunya cara menghindarinya adala dengan melakukan check-in mandiri via Internet atau lewat aplikasi khusus di telepon seluler. Minta bantuan teman atau keluarga bila Anda belum familiar.

Abaikan tawaran asuransi

Konsumen awam mungkin akan terusik dengan tawaran asuransi yang muncul saat memesan tiket lewat Internet. Tak perlu ragu untuk mengklik “tidak” karena semua penumpang sebenarnya sudah diasuransikan. Itu hanya asuransi tambahan yang memberi Anda perlindungan ganda. Kalau Anda berminat dengan asuransi tambahan, sebaiknya langsung membeli lewat kantor perusahaan asuransi yang menawarkan program perlindungan lebih lengkap dengan tarif jauh lebih murah.

Cukup bawa tas kabin

Apakah mungkin terbang ke luar negeri hanya berbekal tas kabin yang beratnya di bawah 7 kg? Sangat mungkin dan banyak orang sudah melakukannya untuk menghindari biaya bagasi yang mahal.

Tak sulit menemukan layanan pencucian baju di lokasi wisata populer di negara-negara Asia. Jadi, mengapa Anda harus membawa banyak pakaian? Barang-barang yang bisa didapatkan dengan mudah di lokasi tujuan sebaiknya juga tak perlu dibawa. Misalnya makanan, sabun, shampo dan berbagai produk perawatan tubuh lainnya. Meski kelihatan sepele, ini bisa mengurangi berat barang bawaan secara signifikan.

Abaikan tawaran memilih kursi

Anda tak perlu tergoda dengan iming-iming kursi yang nyaman atau tawaran naik ke pesawat lebih dulu karena semua itu tidak diberikan secara gratis. Pikirkan lagi, apakah Anda perlu mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk mendapatkan kursi di dekat jendela? Lagipula, Anda masih bisa mendapatkan tempat duduk nyaman tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Anggota rombongan kecil atau pasangan yang check-in bersamaan otomatis akan mendapatkan kursi yang berdekatan. Seperti penerbangan lainnya, maskapai murah biasanya juga memberi kesempatan lebih dulu bagi orang usia lanjut dan penumpang yang membawa anak kecil untuk naik ke pesawat. Kalau Anda masuk kategori tersebut, tak perlu mengeluarkan biaya ekstra hanya untuk naik ke pesawat lebih dulu.

Jangan membeli makanan di pesawat

Makanan yang dijual di pesawat harganya jauh lebih mahal dari toko di darat. Sebagai alternatif, Anda bisa membawa makanan sendiri untuk menghemat pengeluaran. Namun harus diingat, Anda tidak dibolehkan membawa minuman saat melewati pemeriksaan di bandara. Namun, makanan dalam bentuk padat masih bisa dibawa ke dalam kabin.

Beberapa maskapai penerbangan melarang penumpangnya mengonsumsi makanan yang dibawa sendiri. Meskipun begitu, tidak ada aturan resmi mengenai hal ini. Jika ingin konsumsi makanan yang dibawa sendiri, sebaiknya Anda melakukannya secara tidak mencolok supaya terhindar dari perhatian awak kabin.

Periksa ulang sebelum konfirmasi pembayaran

Saat memesan tiket lewat Internet, beberapa biaya tambahan baru muncul setelah kita mengisi data diri dan siap mengonfirmasi pembayaran. Tentunya ini agak menjengkelkan karena seolah-olah perusahaan penerbangan menyembunyikan harga asli yang harus dibayar konsumen.

Tiap maskapai penerbangan punya istilah yang berbeda untuk menyebut biaya tambahan ini. Ada yang menyebutnya convenience fee, biaya pemesanan, biaya administrasi, dan masih banyak istilah lainnya. Perbedaan ini membuat konsumen makin kesulitan membandingkan harga serta menghitung ongkos tiket keseluruhan. Karena itu, sebelum mengonfirmasi pembayaran, pastikan Anda memeriksa ulang semua biaya yang harus dikeluarkan.

Sumber: Yahoo! Travel

Gugusan terumbu karang di sekitar perairan Arfai merupakan dunia bawah laut yang kaya dengan berbagai spesies ikan koral sehingga patut dikunjungi oleh siapa saja yang ingin melihatnya. Belum lama ini, aku menemani dua orang turis Rusia, Alex dan Vitali, untuk menikmati snorkeling di sana.

Setelah menjelajahi gua alam yang penuh kelelawar di Gunung Meja, selanjutnya aku mengantar dua orang turis Rusia, Alex dan Vitali, ke Pantai Arfai guna menjelajahi taman laut Arfai yang dipenuhi terumbu karang yang berwarna-warni. Kami berangkat sekitar jam 3 sore menuju pantai itu. Dari kota Manokwari, waktu yang diperlukan untuk mencapai pantai itu adalah kurang lebih 30 menit. Rumah-rumah berjejer di sepanjang kawasan pantai dan perbukitan di Teluk Dorey. Kota Manokwari dikepung oleh gugusan Pegunungan Arfak di sebelah selatan dan Gunung Meja di sebelah utara. Ada dua pulau kecil di tengah-tengah Teluk Dorey. Namanya Mansinam dan Lemon. Pulau-pulau tersebut melindungi perairan Teluk Dorey dari terpaan angin kencang dan hempasan dahsyat ombak-ombak lautan Pasifik antara bulan November hingga Maret. Teluk Dorey sejak dahulu kala menjadi tempat perlindungan yang ideal bagi para nelayan dan kapal-kapal dagang.

Tiga buah Ojek (sepeda motor taksi) yang mengantar kami akhirnya tiba di tempat yang telah aku sebutkan. Harga yang kami bayar adalah Rp. 15.000 per orang. Di Papua, harga ini tergolong wajar. Karena aku telah menghubungi Pak Kosal – nelayan setempat – untuk mengantar kami dengan perahunya, maka ketika kami tiba, ia telah menyiapkan perahu motornya. Terumbu karang tempat kami akan menikmati snorkeling terletak agak terpisah dari pantai Arfai. Jaraknya sekitar 300 meter. Setelah kami semua telah berada di dalam perahu, Pak Kosal mulai menghidupkan motor tempelnya dan mulai mengemudikan perahunya meninggalkan pantai. Perahu berbelok ke arah tenggara dan mulai melaju melewati Pulau Raimuti. Nampak jelas bahwa pulau  itu terancam tenggelam karena mengalami abrasi selama bertahun-tahun. Tidak sampai sepuluh menit perahu melaju akhirnya kami tiba di tempat tujuan.

Kala itu cuacanya baik dan permukaan air laut cukup tenang. Setelah perahu berhenti, Alex dan aku segera melompat ke laut. Ketika melihat gugusan terumbu karang dan berbagai jenis ikan koral yang mendiaminya, Alex mengatakan bahwa terumbu karang Arfai sungguh indah. Begitu pula denganku yang telah beberapa kali snorkeling di tempat ini, tetap saja aku kagum dengan pemandangan bawah laut perairan Arfai. Dengan kamera Canon Powershot D10nya, Alex sibuk memotret koral dan satwa air yang hidup di dalamnya seperti scorpion fish, christmas tree worm, dan urchin. Matahari mulai terbenam di ufuk barat ketika kami bergerak perlahan-lahan meninggalkan terumbu karang Arfai.

Keesokan harinya setelah membeli suvenir dari seorang seniman Papua, Alex dan Vitali akhirnya berangkat menuju Jakarta untuk selanjutnya terbang kembali ke Rusia.

Oleh Charles Roring

Sumber: Detik Travel

Pulau Manem di Teluk Geelvink, Provinsi Papua di kelilingi oleh gugusan terumbu karang yang indah sekali sehingga cocok untuk dijadikan sebagai daerah tujuan wisata snorkeling dan scuba diving.

Beberapa waktu yang lalu aku dan dua orang wisatawan asal Finlandia, Marko dan Rita, menikmati pemandangan bawah laut di Pulau Manem. Untuk mencapai pulau tersebut, kami harus terbang dengan pesawat kecil milik Susi Air selama 20 menit dari kota Manokwari ke Pulau Numfor dan selanjutnya dengan perahu motor selama 1 jam ke Pulau Manem.

Cuaca sangat tidak bersahabat saat kami bertolak dari Laguna Amberimasi (yang juga merupakan lokasi wisata alam yang menarik). Angin selatan bertiup kencang sehingga ombak memecah di haluan perahu dan membasahi sekujur tubuh kami semua. Nelayan yang mengemudikan perahu nampak kuatir dimarahi turis-turis Finlandia tersebut karena baju mereka basah semua. Ternyata bule-bule itu tertawa saja. Mereka malah meminta agar laju perahu ditambah lagi supaya kami bisa sampai di tempat tujuan lebih awal.

Ini belum apa-apa. Setelah 30 menit berlalu, ternyata motor tempelnya mogok di tengah laut beberapa kali. Arus laut mulai menyeret kami keluar jalur yang kami tuju. Setelah posisi selang bahan bakar diatur ulang beberapa kali, kap mesin dibuka dan motor tempel itu diutak-atik oleh sang nelayan, perahu kami akhirnya bisa melaju lagi menuju Pulau Manem.

Pulau Manem adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah barat daya Pulau Numfor. Pulau Manem tidak berpenghuni sehingga terumbu karang yang tumbuh di sekitarnya masih dalam kondisi baik.

Setelah perahu merapat ke pantai, tanpa menunggu lama, aku dan turis-turis Finlandia itu segera mengenakan peralatan snorkeling dan melompat ke dalam laut.

“Wuiih… indah sekali gugusan karang dan ikan-ikannya,” kataku dalam hati. Kalau aku mengatakan itu sambil bersuara nyaring, tentu saja air laut akan masuk ke mulutku. Selama snorkeling di Pulau Manem aku bisa melihat butterfly fish, anemone fish, striped surgeon fish, urchin dan sea star serta masih banyak lagi jenis mahluk laut yang tak bisa aku sebutkan satu per satu di dalam artikel ini. Pokoknya, dunia bawah laut di Pulau Manem luar biasa indahnya. Aku bahkan berkhayal menginap beberapa malam seorang diri di pulau ini. Sayang sekali, nelayan setempat tidak memperbolehkan hal tersebut dengan alasan bahwa pulau ini angker.

Empat jam kami berada di antara terumbu karang Pulau Manem. Deburan ombak dan kicauan burung adalah nyanyian alam yang terdengar merdu di telingaku. Suasana pulau tropis yang sepi menenangkan hatiku.

Padahal sependek pengetahuanku, sesuai dengan apa yang  pernah kubaca tentang sejarah Perang Pasifik, pada tahun 1944 Pulau Numfor dan Manem pernah menjadi daerah pertempuran yang dahsyat antara tentara sekutu dan pasukan Jepang. Buktinya memang masih ada. Sejumlah benda-benda peninggalan Perang Dunia ke-2 seperti senapan mesin, bom (yang telah dikeluarkan mesiunya, dan helm tentara di Pulau Numfor bisa dilihat di sebuah museum kecil milik Bpk. Simon Wanma (kepala suku).

Sore pun tiba dan kami segera kembali ke Pulau Numfor lagi. Kali ini ombak mendorong kami dari buritan sehingga perahu bisa tiba lebih cepat.

Selain menikmati snorkeling di Pulau Manem, kami melakukan pengamatan burung (birdwatching), dan menonton pertunjukan tarian tradisional di Pulau Numfor. Sejumlah species burung yang berhasil kulihat di sana adalah berbagai jenis kingfisher, parrot, fruit dove and fishtail drongo, serta dollar bird.

Seminggu lamanya aku dan para wisatawan Finlandia jalan-jalan di Pulau Numfor. Aku sungguh senang bisa berlibur di Pulau Numfor dan Manem. Sebenarnya aku ingin lebih lama lagi berada di sana. Namun itinerary yang telah kususun buat para wisatawan Finlandia itu masih panjang. Kami masih harus kembali ke Manokwari untuk melanjutkan petualangan hiking dan birdwatching di Pegunungan Arfak serta snorkeling di Arfai. oleh Charles Roring

Sumber : Detik Travel